Bangun Ekonomi dari Akar Rumput, GAMIES Aceh Perkuat Pemberdayaan Masyarakat
Banda Aceh – Lembaga Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera (GAMIES) Aceh terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi daerah. Melalui berbagai program berbasis komunitas, GAMIES Aceh berupaya meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta kemandirian ekonomi masyarakat di berbagai wilayah di Aceh.
Ketua GAMIES Aceh, Adhifatra Agussalim, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
“Pemberdayaan masyarakat bukan hanya tentang bantuan jangka pendek, tetapi bagaimana membangun kemampuan, akses, dan kepercayaan diri masyarakat untuk mandiri secara ekonomi,” ujarnya, Rabu (25/03/2026)
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat kemiskinan di Indonesia pada tahun-tahun terakhir masih berada di kisaran 9–10%, dengan sebagian besar masyarakat rentan berada di sektor informal. Kondisi ini menunjukkan pentingnya program pemberdayaan yang berkelanjutan dan tepat sasaran, khususnya di daerah.
Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, GAMIES Aceh telah melaksanakan berbagai program, seperti pelatihan kewirausahaan, pengembangan UMKM berbasis komunitas, serta pendampingan ekonomi kreatif di tingkat desa. Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.
Selain itu, GAMIES Aceh juga mendorong penguatan kapasitas kelompok masyarakat melalui pendekatan kolaboratif. Kemitraan dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas lokal menjadi salah satu strategi utama dalam memperluas dampak program.
Menurut Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, pemberdayaan masyarakat berbasis desa memiliki peran penting dalam mengurangi kesenjangan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan fokus GAMIES Aceh dalam memperkuat ekonomi berbasis lokal.
“Kami percaya bahwa potensi terbesar ada pada masyarakat itu sendiri. Tugas kami adalah membuka akses, memberikan pendampingan, dan memastikan mereka memiliki peluang untuk berkembang,” tambah Adhifatra.
Dalam pelaksanaannya, GAMIES Aceh juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses informasi dan pemasaran bagi masyarakat. Transformasi digital ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing masyarakat di era modern.
Ke depan, GAMIES Aceh menargetkan terciptanya ekosistem pemberdayaan masyarakat yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan masyarakat Aceh mampu menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi daerah yang mandiri dan sejahtera.
#GamiesAceh #UMKMBangkitRakyatSejahtera