Kuasai Keamanan Digital Sebelum Terlambat, GAMIES Aceh Kupas Ancaman Siber dalam Webinar Ramadhan
Banda Aceh – Pesatnya aktivitas masyarakat di ruang digital membawa peluang besar sekaligus risiko yang tidak bisa diabaikan. Ancaman seperti peretasan akun, pencurian data pribadi, hingga penipuan berbasis phishing kini semakin sering terjadi dan menyasar berbagai kalangan, mulai dari pengguna media sosial hingga pelaku usaha.
Situasi tersebut mendorong pentingnya peningkatan literasi keamanan digital di tengah masyarakat. Menjawab tantangan itu, DPW Generasi Amanat Masyarakat Indonesia Ekonomi Sejahtera (GAMIES) Provinsi Aceh menggelar kegiatan edukatif melalui Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 dengan tema “Cyber Security untuk Generasi Digital: Mendeteksi dan Mencegah Serangan Sebelum Terlambat.”
Kegiatan ini berlangsung secara daring pada Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 15.00–16.30 WIB dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum yang ingin memperkuat pemahaman tentang keamanan di dunia digital.
Dalam webinar tersebut, praktisi keamanan siber Imam Gumilang, S.Tr.T hadir sebagai narasumber utama. Ia memaparkan berbagai bentuk ancaman digital yang saat ini sering terjadi serta langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan untuk melindungi data pribadi maupun sistem bisnis dari serangan siber.
Menurutnya, banyak kasus kebocoran data dan penipuan digital sebenarnya dapat dicegah jika pengguna internet memiliki kesadaran dan pengetahuan dasar mengenai keamanan siber.
Peserta juga diajak memahami cara mengenali tanda-tanda awal serangan digital, menghindari jebakan phishing, serta menerapkan praktik keamanan sederhana seperti penguatan kata sandi, perlindungan akun, hingga pengelolaan data secara aman.
Sementara itu, Ketua DPW GAMIES Aceh, Adhifatra Agussalim, yang hadir sebagai keynote speaker menegaskan bahwa keamanan digital telah menjadi kebutuhan mendasar di tengah pesatnya transformasi teknologi.
Ia menilai hampir seluruh aktivitas masyarakat modern kini bergantung pada internet, mulai dari komunikasi, transaksi ekonomi, hingga penyimpanan informasi pribadi.
“Di era generasi digital saat ini, hampir semua aktivitas kita terkoneksi dengan internet. Karena itu kemampuan menjaga keamanan digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan penting yang harus dimiliki setiap individu maupun pelaku usaha,” ujarnya.
Adhifatra juga menambahkan bahwa melalui rangkaian Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026, pihaknya berupaya mendorong peningkatan literasi digital masyarakat agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan di era teknologi.
Kegiatan ini terbuka bagi berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, pengguna aktif media sosial, hingga masyarakat umum yang ingin memahami cara melindungi diri dari ancaman di ruang siber.
Melalui kegiatan edukatif tersebut, diharapkan masyarakat dapat membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya sistem pertahanan digital yang kuat agar aktivitas di dunia maya dapat berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.
“Ramadhan produktif, internetan tenang dan aman. Karena di dunia digital, keamanan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” tutupnya.
#GamiesAceh #UMKMBangkitRakyatSejahtera